Daihatsu Surabaya

WAHIDIN
SALES EXECUTIVE JAKARTA
PROMO MOBIL SUZUKI JAKARTA
BBM: D304D308
Hot News

Berita

Suzuki Carry Pick Up, Tulang Punggung Suzuki di Indonesia

Di sela - sela acara kumpul akbar wirausawahan Suzuki Carry di Bekasi (14/4), pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebutkan beberapa prestasi dari varian kendaraan komersialnya, Suzuki Carry Pick Up.

Kendaraan komersial low entry yang telah hadir sejak tahun 1976 ini disebut mampu menguasai segmennya, dengan pangsa pasar mendekati persentasi 50 %.

"Pada tahun 2012 lalu, kami berhasil menguasai pangsa pasar low entry pick up sebesar 48,2 persen atau setara dengan 60.213 unit. Sementara selama kuartal pertama 2013 (Januari - Maret) pangsa pasar Suzuki Carry pick up (Carry dan Mega Carry) mencapai 16.391 unit atau sekitar 47,7 persen," ungkap Endro Nugroho, Sales Director PT SIS.


Menurut pihak SIS, angka penjualan Suzuki Carry pick up saat ini telah mencapai 6.000 unit per bulan. "Sebenarnya permintaan pasar lebih daripada itu, namun apa daya kapasitas produksi di pabrik kami sementara ini sudah maksimal. Imbasnya di beberapa wilayah masih ada yang terpaksa harus inden sekitar 2 minggu sampai sebulan," imbuh Endro.

Sayangnya menurut Endro, fenomena inden di segmen komersial berbeda dengan segmen kendaraan penumpang. Di segmen komersial, karena merupakan kendaraan yang dipakai usaha, jika indennya lama maka ada kecenderungan calon konsumen akan beralih ke merek lain atau menggunakan jasa perusahaan subcon.


Minat konsumen pada Suzuki Carry pick up sendiri ditenggarai karena beberapa hal, di antaranya harganya yang terjangkau, irit perawatan, perawatan gampang dan murah, ketangguhannya sudah teruji, serta nilai jual kembalinya yang baik.

"Setidaknya selama 10 tahun terakhir menurut data kami, Suzuki Carry pick up telah menjadi market leader di kelasnya," terang Endro.

Popularitas Suzuki Carry pick up sendiri disebut membuat pihak leasing sangat senang memasarkan varian produk low entry commercial vehicle dari Suzuki ini kepada konsumen. Ditambahkan oleh Endro, bahkan di pasar mobil bekas, nilai jual kembalinya terkadang bisa sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta lebih tinggi dibanding kompetitornya.

Dan prestasi lain dari Suzuki Carry yang tidak kalah mentereng, yakni telah diekspor di 110 negara (Baca: Suzuki Carry Dipakai Perang di Afganistan).

Pihak SIS sendiri pasar Suzuki Carry ke depan akan terus membaik, setidaknya hingga tahun 2017 - 2018. Argumentasinya selain pertumbuhan ekonomi yang baik, pihak Bank Indonesia juga terlihat pro aktif dalam menjaga nilai suku bunga.