Daihatsu Surabaya

WAHIDIN
SALES EXECUTIVE JAKARTA
PROMO MOBIL SUZUKI JAKARTA
BBM: D304D308
Hot News

Berita

Sepanjang Tahun 2015, Pabrik Suzuki Serap 1.127 Tenaga Kerja Lulusan SMK

Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah menjalin kerja sama dengan SMK di Indonesia yang masuk dalam sekolah binaan Suzuki. Nantinya, siswa di SMK binaan Suzuki berkesempatan untuk berkarier di Suzuki.

Strategic Planning Corporate Public Relation SIS, Arviane Dahniarny Bahar mengatakan, sepanjang tahun 2015 pihaknya telah merekrut 1.127 orang lulusan SMK. Lulusan SMK sebanyak itu bekerja di manufakturing Suzuki Indomobil Motor (SIM).

"Dari SIM sendiri tahun 2015, 1.127 lulusan SMK," kata Anne di SMKN 3 Singaraja, Bali, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, perekrutan 1.127 lulusan SMK di pabrik Suzuki itu sudah sesuai target. Kesemua lulusan SMK itu berasal dari SMK binaan Suzuki.

"Itu dari SMK yang kerja sama dengan pabrik Suzuki di Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah," sebut Anne.

4W Deputy Managing Director PT SIS, Davy J Tuilan mengatakan, lulusan SMK binaan Suzuki tak hanya bekerja di pabrik Suzuki. Namun, diler Suzuki juga siap menyerap lulusan SMK binaan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Wilayah PT Sejahtera Indobali Trada sebagai distributor resmi mobil Suzuki, Fie An. Dia menyebut, banyak lulusan SMK di Bali yang telah bekerja di diler Suzuki.

"Alumnus dari SMKN 3 salah satunya Kepala Bengkel Suzuki di Singaraja. Lalu ada kepala body repair, dan kepala sparepart. Memang mereka sudah meneruskan pendidikan. Tapi mereka sudah berkarier dari bawah, dari mekanik dan sebagainya. Dan sekarang lulusan SMK masih banyak level-level lain di bawahnya," kata Fie An.

Perlunya menggaet lulusan SMK ini agar Indonesia siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku. Jadi, masyarakat Indonesia harus siap bersaing dengan tenaga kerja lain dari Asia Tenggara.

Suzuki Indomobil Sales (SIS) percaya, kota di Indonesia yang berdampak paling besar dengan adanya MEA adalah Jakarta. Setelah Jakarta, Bali dipercaya berdampak besar terhadap persaingan tenaga kerja di ASEAN.

"Dampak terbesarnya petama di Jakarta. Menurut saya pribadi yang kedua di Bali. Bukan di Bandung atau Surabaya," kata Davy J Tuilan.

Sebab, kata Davy, masyarakat dunia atau ASEAN banyak yang lebih mengenal Jakarta dan Bali. Apalagi, Bali juga menjadi destinasi wisata.

"Karena masyarakat dunia atau ASEAN, yang mereka tahu Indonesia cuma dua, Jakarta dan Bali. Bahkan Bali lebih terkenal daripada Jakarta," ujar Davy.

Untuk itu, calon tenaga kerja di Indonesia harus siap menghadapai MEA. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan kemampuan tenaga kerja.

"Oleh karena itu SMK sebagai lembaga pendidikan yang spesifik sangat penting untuk menghadapi 'serangan-serangan' dengan memperdalam kemampuan menjadi teknisi spesialis di Indonesia, siap kerja dan bersaing dengan pekerja di luar Indonesia. Tanpa praktik, sulit mrenjadi profesional di bidang otomotif," ujar Davy.